ODE SAJAK I
Kekasihku membangun nisan dalam sajakku ketika tungku sisakan abu
Aku maka bicara dalam rembang malam telanjang
“sunggingkan saja bibirmu,
akan kukejar bahagia walau satu debu .
tinta ini tak membangun rumah singgah, sayang
tapi membangkit istana sulaiman.”
ODE SAJAK II
Sajak-sajak bermenung di meja kamar
Mengantri sesak berpeluh berdebar
Menunggu disembelih—sebab wabah tak sudi memulih
Pengganti beras belumlah setara
Maka kubiar sajak-sajak ini
Menanggung pesakitan hingga nanti mati pasti