Rabu, 23 Januari 2008

ode sajak

ODE SAJAK I

Kekasihku membangun nisan dalam sajakku ketika tungku sisakan abu

Aku maka bicara dalam rembang malam telanjang

“sunggingkan saja bibirmu,

akan kukejar bahagia walau satu debu .

tinta ini tak membangun rumah singgah, sayang

tapi membangkit istana sulaiman.”

Padang, desember 2007

ODE SAJAK II

Sajak-sajak bermenung di meja kamar

Mengantri sesak berpeluh berdebar

Menunggu disembelihsebab wabah tak sudi memulih

Pengganti beras belumlah setara

Pula tak cukup berkelana

Maka kubiar sajak-sajak ini

Menanggung pesakitan hingga nanti mati pasti

Padang, desember 2007

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Mas,
lewat puisi anda, siapsiap saja menmpung saya sebagai penggemar sajak anda. Mantap!

Riswan Indra mengatakan...

wah... saya baru nemu seorang penyair yang tersimpan dalam lemari sunyi.. Lalu kenapa tidak kau obral semuanya lewat angin, sehingga orang tahu siapa sang pemilik kata?
Puisi kamu bagus semua, tapi yang paling saya suka dua ode sajak.. menurut saya bagus sekali...
kenapa tidak di-update terus tiap hari (mungkin), nanti penggemar-penggemarmu yang lain kecewa karena hanya nemu postingan yang itu-itu saja...
salam kreatif...!!!