Selasa, 25 Maret 2008

BATU BATIKAM

usah kau tikam batu itu sebelum kau sudahi tikai di dirimu.

kita habil dan qabil malam ini. bukan lagi

merupa datuk yang menyeterukan tongkat yang tanam di luhak-luhak

yang menggenangi badan kita

hilir bermudik kita jambangi kematian-kematian kecil dalam dada

dan langkahku kau genggam di hulunya.

juga tak selalu bisa berdekap dalam riak yang tenang . bahkan selepas hujan,

tunas pelangi tak jua mewajah di muka kita

di luar, lonsong peluru berlepasan dari bedil-bedil membidiki segala rindu dendam

maka mari butakan mata pedang. sebab batu itu belum waktunya kita tikam

RuangSempit, 2008

Padang Ekspress, Maret 2oo8

1 komentar:

ami ikoozo!!! mengatakan...

hahahahhahahahha
gagagaggagagag
g ngerti deh!!!!!