Seminggu yang lalu, karya-karya saya seperti puisi, cerpen, essay, ataupun coretan-coretan yang belum selesai, hilang diterpa sebuah virus yang bernama aneh; Godham. Ah, tak ada sisa. meskipun kata-kata. Seketika saya teringat pada Pramodya yang juga mengalami hal yang sama.Bedanya adalah. Dia adalah seorang Pramodya. Dan saya adalah seorang Arif Rizki yang bukan apa-apa. Karya-karya Pram sengaja dihilangkan karena karya tersebut terlalu berbahaya bagi sebuah rezim yang memerintah di saat itu. Sedangkan karya saya sengaja dihilangkan sebuah virus yang sengaja diciptakan manusia demi komoditi bisnis.
Masalahnya adalah, ketika karya Pram hilang, bukanlah sebuah halangan baginya untuk menciptakan karya yang lebih besar setelah itu. Namanya masih akan tetap didengar oleh orang. Sedangkan saya tak lebih dari seorang yang baru saja membuka pintu dan memulai langkah. Berharap-harap akan ada ide-ide yang berjatuhan dari langit agar kemudian nama saya bisa dikenang.
Sesungguhnya ini bukanlah kejujuran yang mesti saya paparkan. Tetapi, jika saja hal ini tak terjadi sebelumnya, tetentu blog ini akan lebih beragam.
Ya, ini bukanlah hal yang perlu dipaparkan. Barangkali setelah ini saya harus lebih berhati-hati terhadap apa saja yang bernama virus, termasuk sebuah kekuasaan yang bisa saja menjelma menjadi virus dan menghancurkan karya saya.
Jumat, 11 April 2008
Langganan:
Postingan (Atom)