Selasa, 06 Mei 2008

BERTINGGIRAN JENJANG


di tanah yang lama tak disilau kemarau

berserak jenjang-jenjang tak sanggup dikaping

“jangan bergesa membakarnya” kata mamak

barangkali suatu nanti ada yang rindu pijakan.

tapi jerajak terburu dibentang. menghalau siapa

yang menapak simpang-simpang yang saling memagar

pula tak siapa yang menyanggup untuk menakik petuah

yang hilang hulu dan muaranya


”kita terlanjur dikutuk jadi manusia yang rindu pertemuan”

kataku pada mamak dalam barasian

karena selalu tak satu yang tak tersinggah

atau jenjang yang tak tersilau sudah patut kita jelmakan getah

ruangsempit, 2008

Tidak ada komentar: