di tanah yang lama tak disilau kemarau
berserak jenjang-jenjang tak sanggup dikaping
“jangan bergesa membakarnya” kata mamak
barangkali suatu nanti ada yang rindu pijakan.
tapi jerajak terburu dibentang. menghalau siapa
yang menapak simpang-simpang yang saling memagar
pula tak siapa yang menyanggup untuk menakik petuah
yang hilang hulu dan muaranya
”kita terlanjur dikutuk jadi manusia yang rindu pertemuan”
kataku pada mamak dalam barasian
karena selalu tak satu yang tak tersinggah
atau jenjang yang tak tersilau sudah patut kita jelmakan getah
ruangsempit, 2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar